Kamis, 27 Januari 2011

Time-Based Competition dan Daya Saing Perusahaan Broker Asuransi di Indonesia

Dalam Dekade terakhir, banyak peneliti, banyak akademisi dan praktisi telah mengindentifikasi pola baru dalam persaingan. Setelah Richard D'aveni menulis buku tentang Hypercompetition, kita mulai sadar bahwa keunggulan bersaing akan mudah ditiru dan dihancurkan oleh pesaing.

Konsep tradisional mempertahankan keunggulan bersaing melalui proteksi menjadi tidak relevan. Konsep kapabilitas Dinamis yag menekankan kemampuan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan eksternal menjadi penentu sumber keunggulan bersaing yang berkesinambungan.

Dalam persaingan yang dinamis dan cendrung tidak bisa diprediksi, waktu (time) menjadi ukuran penting. pendekatan inilah yang dimaksud Time-based-competition.

Terdapat 2 dimensi waktu yang harus kita pahami : kecepatan dan ketepatan

lalu apa kaitannya dengan Perusahaan Broker Asuransi di Indonesia, kondisi perusahaan broker di Indonesia bisa dikategorikan berdasarkan awal keberadaannya

1. Perusahaan Broker tersebut berdiri karena mendukung Group Tertentu atau istilahnya adanya captive market

2. Perusahaan Broker Berdiri karena adanya kebutuhan akan akomodasi bisnis jangka pendek, akomodasi pejabat tertentu atau goongan tertentu

3. Perusahaan broker berdiri secara natural, adanya keinginan orang tertentu karena semangat wirausaha atau Pengusaha.
ung.

4. Perusahaan Broker Joint Venture ( Perusahaan Global)

Perusahaan broker dengan kategori 1 dan 2 mereka tidak perlu risau akan persaingan karena sudah ada proteksi karena keberadaan mereka hanya sebagai pelengkap dari bisnis yang ada agar brokerage yang diterima tidak lari ke perusahaan lain

Perusahaan broker untuk kategori 3 & 4 khusus untuk kategori 3 dituntut keras untuk melakukan pendekatan time based competion

Dalam hal kecepatan para pemain di pasar broker akan saling berlomba menjadi yang tercepat dalam segala hal. kecepatan berinovasi, mencari peluang baru pengembangan produk dan layanan baru, pemrosesan dokumen dan keputusan.

Pada perusahaan Broker asuransi indikator kecepatan ditentukan apakah suatu perusahaan mampu bersaing atau tidak. Pemendekatan waktu terjadi baik tingkat produksi maupun pelayanan kepada nasabah.

Selain proses produksi, persaingan berbasis kecepatan juga ditemui pada hubungan antara broker dan konsumen dimana dituntut meningkatkan atau efisiensi waktu dalam proses dokumen, menjawab keluhan dan administrasi, nasabah semakin membandingkan kecepatan pelayanan suatu perusahaan dengan perusahaan lain, sehingga masing-masing perusahaan semakin menjadi tercepat dalam pelayanan untuk mempertahankan konsumen dan mencari konsumen baru bagi jasa yang dihasilkan.

Selain dimensi kecepatan, ketepatan juga menjadi pertimbangan lain dalam T-B-C. Banyak penelitian dalam manajemen strategis yang menunjukan bahwa second follower jauh lebih menguntungkan dibanding dengan first mover. Dimana edukasi pasar biasanya membutuhkan biaya mahal untuk belanja adverstising dan sosialisasi, second follower dapat memperkuat positioning di benak konsumen karena masuk pasar tidak terpaut jauh waktunya dengan first mover.

Konsekwensi dari T-B-C bagi perusahaan broker asuransi di Indonesia adalah kecepatan dengan timing sebagai basis peningkatan daya saing antar perusahaan. Dalam persaingan yang sangat dinamis, produk,metode, strategi dan keunggulan bersaing akan mudah ditiru oleh perusahaan lain, kecuali dalam hal persiapan dan peningkatan sumber Daya manusia secara berkelanjutan dan inovasi adalah hal yang relevan terhadap menghadapi kompetisi bagi perusahaan yang keunggulan bersaing dengan proteksi tanpa harus meningkatkan T-B-C tinggal menunggu waktu dipaksa harus bersaing atau hilang bersama waktu.
Bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar